Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupan sehari-harinya butuh komunikasi untuk melakukan aktifitasnya. Salah satu bentuk komunikasi manusia adalah berbicara, dan dalam pergaulan manusia, bahasa merupakan sesuatu yang lazim digunakan untuk berkomunikasi. Bahasa sebagai alat komunikasi sangat vital,sehingga menyebabkan banyak orang yang menelitinya. Bahasa arab merupakan salah satu bahasa yang memiliki penutur terbanyak di dunia dan menjadikannya salah satu bahasa internasional. Ushul nahwu merupakan salah satu cabang linguistic arab yang sangat penting untuk dikaji karena ilmu ini membahas tentang ilmu yang membahas tentang dalil-dalil nahwu secara global. Metode kepustakaan akan menjadi metode yang digunakan oleh penulis dalam pembahasan ini. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Pengambilan dalil-dalil nahwu dari Al-Qur’an merupakan salah satu pembahasan yang penting dan sangat penting dalam dunia bahasa arab. Dalam pembahasan ushul nahwu, salah satu sumbernya adalah as-sima’. As-sima’ mempunyai beberapa pembagian di antaranya istidlal bil qur’an. Imam As-Suyuthi berkata pada kitabnya Al-Iqtirah bahwa semua yang terdapat dalam Al-Qur’an dan dibaca dengan cara tertentu boleh berhujjah dengannya, baik yang diriwayatkan secara mutawatir, ahad, maupun syadzdzah.Kata Kunci: Istidlal bil Qur’an, Ushul Nahwu, Dalil-dalil Nahwu
Copyrights © 2023