Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

MEDIA DAN TEKNOLOGI VISUAL Eka Mahendra Putra; M Yusuf Tahir
Al-Maraji' : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 6, No 2 (2022): Al-Maraji': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dalam ranah Pendidikan, seperti dalam ranah kegiatan proses belajar mengajar. Proses pembelajaran merupakan proses penyampaian informasi dari seorang tenaga pendidik kepada peserta didiknya. Penelitian ini dilakukan untuk membahas persoalan media dan teknologi visual dan dikaitkan dengan pembelajaran Bahasa arab. Metode yang digunakan adalah adalah metode kepustakaan. Penulis mengumpulkan berbagai macam data – data yang berkaitan dengan media pembelajaran berbasis visual kemudian disimpulkan dan dimasukkan ke dalam artikel ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis visual dapat memudahkan siswa atau peserta didik dalam memahami pembelajaran dan dapat mempermudah seorang tenaga pendidik dalam menyampaikan pelajaran.Kata Kunci : Pembelajaran, Media Visual, Pembelajaran Bahasa Arab
PENGAMBILAN DALIL DARI AL-QUR’AN DALAM USHUL NAHWU Ratnasari, Dwi; Putra, Eka Mahendra
Al-Maraji' : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 7, No 1 (2023): Al-Maraji': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/almaraji.v7i1.11631

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupan sehari-harinya butuh komunikasi untuk melakukan aktifitasnya. Salah satu bentuk komunikasi manusia adalah berbicara, dan dalam pergaulan manusia, bahasa merupakan sesuatu yang lazim digunakan untuk berkomunikasi. Bahasa sebagai alat komunikasi sangat vital,sehingga menyebabkan banyak orang yang menelitinya. Bahasa arab merupakan salah satu bahasa yang memiliki penutur terbanyak di dunia dan menjadikannya salah satu bahasa internasional. Ushul nahwu merupakan salah satu cabang linguistic arab yang sangat penting untuk dikaji karena ilmu ini membahas tentang ilmu yang membahas tentang dalil-dalil nahwu secara global. Metode kepustakaan akan menjadi metode yang digunakan oleh penulis dalam pembahasan ini. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Pengambilan dalil-dalil nahwu dari Al-Qur’an merupakan salah satu pembahasan yang penting dan sangat penting dalam dunia bahasa arab. Dalam pembahasan ushul nahwu, salah satu sumbernya adalah as-sima’. As-sima’ mempunyai beberapa pembagian di antaranya istidlal bil qur’an. Imam As-Suyuthi berkata pada kitabnya Al-Iqtirah bahwa semua yang terdapat dalam Al-Qur’an dan dibaca dengan cara tertentu boleh berhujjah dengannya, baik yang diriwayatkan secara mutawatir, ahad, maupun syadzdzah.Kata Kunci: Istidlal bil Qur’an, Ushul Nahwu, Dalil-dalil Nahwu
KONSEP UMUM PENELITIAN KUALITATIF PADA RANAH PENDIDIKAN Putra, Eka Mahendra
Dahzain Nur Vol 15 No 1 (2025): Dahzain Nur
Publisher : STAI YAPIS Takalar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69834/dn.v15i1.282

Abstract

This study discusses the basic concepts of qualitative research in education. Qualitative research is a process of understanding human or social phenomena by creating a comprehensive and complex picture. The main purpose of qualitative research is to understand a phenomenon that occurs or a social phenomenon by focusing research on a complete picture of the social phenomenon being studied. Qualitative research has several methods, including phenomenology, ethnography, case studies, and grounded theory. Data collection techniques in qualitative research can be done through observation, interviews, and documentation. Data analysis in qualitative research can be done through the Miles and Huberman technique, as well as the Spradley technique. This study aims to provide a clearer picture of the basic concepts of qualitative research in education. Thus, this study is expected to contribute to the development of qualitative research in education and improve the quality of research in the future. It can also help raise awareness of the importance of qualitative research in education. With this hope, this study can be a reference.
KONSEP UMUM PENELITIAN KUALITATIF PADA RANAH PENDIDIKAN Putra, Eka Mahendra
As-Sulthan Journal of Education Vol. 1 No. 4 (2025): Mei
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the basic concepts of qualitative research in education. Qualitative research is a process of understanding human or social phenomena by creating a comprehensive and complex picture. The main purpose of qualitative research is to understand a phenomenon that occurs or a social phenomenon by focusing research on a complete picture of the social phenomenon being studied. Qualitative research has several methods, including phenomenology, ethnography, and case studies. Data collection techniques in qualitative research can be done through observation, interviews, and documentation. Data analysis in qualitative research can be done through the Miles and Huberman technique, as well as the Spradley technique. This study aims to provide a clearer picture of the basic concepts of qualitative research in education. Thus, this study is expected to contribute to the development of qualitative research in education and improve the quality of research in the future. It can also help raise awareness of the importance of qualitative research in education. With this hope, this study can be a reference.
PENGAMBILAN DALIL DARI AL-QUR’AN DALAM USHUL NAHWU Ratnasari, Dwi; Putra, Eka Mahendra
Al-Maraji' : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 (2023): Al-Maraji': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/almaraji.v7i1.11631

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupan sehari-harinya butuh komunikasi untuk melakukan aktifitasnya. Salah satu bentuk komunikasi manusia adalah berbicara, dan dalam pergaulan manusia, bahasa merupakan sesuatu yang lazim digunakan untuk berkomunikasi. Bahasa sebagai alat komunikasi sangat vital,sehingga menyebabkan banyak orang yang menelitinya. Bahasa arab merupakan salah satu bahasa yang memiliki penutur terbanyak di dunia dan menjadikannya salah satu bahasa internasional. Ushul nahwu merupakan salah satu cabang linguistic arab yang sangat penting untuk dikaji karena ilmu ini membahas tentang ilmu yang membahas tentang dalil-dalil nahwu secara global. Metode kepustakaan akan menjadi metode yang digunakan oleh penulis dalam pembahasan ini. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Pengambilan dalil-dalil nahwu dari Al-Qur’an merupakan salah satu pembahasan yang penting dan sangat penting dalam dunia bahasa arab. Dalam pembahasan ushul nahwu, salah satu sumbernya adalah as-sima’. As-sima’ mempunyai beberapa pembagian di antaranya istidlal bil qur’an. Imam As-Suyuthi berkata pada kitabnya Al-Iqtirah bahwa semua yang terdapat dalam Al-Qur’an dan dibaca dengan cara tertentu boleh berhujjah dengannya, baik yang diriwayatkan secara mutawatir, ahad, maupun syadzdzah.Kata Kunci: Istidlal bil Qur’an, Ushul Nahwu, Dalil-dalil Nahwu
Pengembangan Kewenangan Pengadilan Agama dalam Pemberian Sanksi Denda bagi Pelanggar UU Perkawinan Nur Ainun Mardiah; Abdul Halim Talli; Zulhas’ari Mustafa; Eka Mahendra Putra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaturan perkawinan di Indonesia (UU No. 1/1974 jo. UU No. 16/2019) menghadapi tantangan serius dari praktik perkawinan tidak tercatat (nikah sirri), didorong oleh lemahnya penegakan sanksi yang memadai. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian hukum, hilangnya hak-hak keluarga (terutama bagi perempuan dan anak), dan bertentangan dengan prinsip Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya Hifẓ al-Nasl (perlindungan keturunan) dan Hifẓ al-Mal (perlindungan harta). Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi penguatan kewenangan Pengadilan Agama (PA) untuk menjatuhkan sanksi denda administratif sebagai solusi penertiban. Secara institusional, PA terbukti siap dengan adanya preseden penanganan sengketa ekonomi syariah. Secara teoretis, sanksi denda tersebut dapat dilegitimasi melalui konsep hukum Islam Ta'zīr (hukuman diskresioner) dan Gharāmah Maliyah (denda harta) untuk mencapai maslahah mursalah (kemaslahatan umum). Model yang diusulkan adalah Itsbat Nikah-Plus, di mana sanksi denda administratif keluarga wajib dikenakan dan diintegrasikan dalam setiap putusan Itsbat Nikah (Penetapan Perkawinan), memanfaatkan proses yudisial untuk menegakkan kepatuhan administrasi. Pemberian sanksi denda yang substansial dan alokasi dana denda yang restoratif (untuk bantuan hukum dan perlindungan korban) melalui Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) adalah langkah realistis dan mendesak untuk menutup celah hukum dan memperkuat perlindungan hukum keluarga di Indonesia.
POLIGAMI DAN MONOGAMI DALAM ISLAM: PERUBAHAN PARADIGMA PERNIKAHAN Mahendra Putra, Eka
Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al-Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/wst.v10i2.1751

Abstract

This study examines the transformation of Islamic marriage from polygamy to monogamy by analyzing its social, theological, and moral dimensions. The central issue lies in the tension between the Qur’anic allowance of polygamy and modern ideals of justice and gender equality. Using a qualitative-descriptive approach through library research, this study focuses on KH. Husein Muhammad’s interpretation of Islamic family law and employs a contextual hermeneutic method. Findings reveal that polygamy functions as a contextual dispensation (rukhṣah) rather than a universal norm, its relevance diminishing in the modern era due to the challenge of ensuring true justice. Monogamy, in contrast, aligns more closely with the maqāṣid al-sharī‘ah principles of fairness, compassion, and harmony, positioning it as the ideal model for contemporary Muslim marriages.
PARENTAL PERCEPTIONS OF RELIGIOUS MODERATION EDUCATION FOR GENERATION ALPHA THROUGH ANIMATED FILMS Putra, Eka Mahendra
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 001 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Spesial Issue)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v14i001.9444

Abstract

Purpose: This study aims to analyze parents’ perceptions of instilling religious moderation values in Generation Alpha through animated films, particularly Nussa & Rara and Riri Cerita Anak Interaktif, focusing on parents of tenth-grade students at SMA Muhammadiyah 6 Makassar. Method: Using a qualitative-descriptive approach, this research explores parents’ experiences, views, and practices in guiding their children's media consumption in the digital era. Result: The findings indicate that both animated films are perceived as effective media for conveying key values of religious moderation, such as tolerance, appreciation of diversity, peaceful conflict resolution, and balanced religious understanding. However, the effectiveness of these values’ internalization is strongly influenced by parental accompaniment, which serves as a mediator between the film’s messages and the child’s real-life context. Challenges identified include exposure to diverse digital content, limited parental supervision time, and variations in parents’ understanding of religious moderation. Conclusion: This study highlights that synergy between educational animated media, family media literacy, and formal education is essential to strengthen the internalization of religious moderation values in Generation Alpha.
Konsep Emanasi Perspektif Filsuf Islam Eka Mahendra Putra; Indo Santalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.508

Abstract

Alam semesta merupakan entitas kompleks yang senantiasa menjadi objek kajian lintas disiplin, mulai dari fisika, astronomi, hingga filsafat dan teologi. Meskipun ilmu pengetahuan modern terus berupaya mengungkap rahasia penciptaannya, hakikat dan asal-usul alam semesta masih menjadi misteri dan bahan perdebatan mendalam. Dalam tradisi filsafat Islam, konsep penciptaan alam semesta melalui teori emanasi menjadi salah satu pendekatan metafisik yang signifikan. Artikel ini membahas konsep emanasi dari perspektif dua filsuf besar Islam: Al-Farabi dan Ibnu Sina. Keduanya menolak pandangan ex nihilo dan menggagas bahwa alam tercipta dari pancaran Ilahi secara bertingkat melalui proses intelektual murni. Al-Farabi menyusun skema hierarkis emanasi dari Tuhan sebagai Wujud Niscaya hingga terbentuknya dunia materi, sementara Ibnu Sina memperluas pemikiran ini dengan sistem metafisika yang lebih terstruktur dan rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis deskriptif untuk mengungkap pemikiran kedua tokoh tersebut. Dengan demikian, teori emanasi menjadi jembatan antara akal dan wahyu dalam memahami kosmos dalam bingkai tauhid dan rasionalitas filosofis Islam.
From Revelation to Renaissance: Arabic’s Contribution to Islamic Epistemology and Knowledge Integration Eka Mahendra Putra; Andi Abdul Hamzah; Kamaluddin Abunawas
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1655

Abstract

This article investigates the historical and linguistic significance of the Arabic language within Islamic civilization, particularly focusing on its role during the Islamic Golden Age. Employing qualitative methods, including historical chronology and semiotic-linguistic analysis, the study explores how Arabic facilitated intellectual development and cultural integration across diverse regions. Findings reveal that Arabic significantly shaped Islamic epistemology through its structural precision and facilitated knowledge codification in philosophy, science, and administration. The Abbasid-era translation movements notably enabled integration of Greek, Persian, and Indian traditions, enhancing Arabic’s role as a lingua franca and intellectual medium. Arabic's linguistic flexibility allowed effective communication and synthesis of complex scientific and philosophical ideas, underpinning its role as a cultural bridge between East and West. Major centers like Baghdad’s House of Wisdom exemplify this scholarly collaboration, profoundly impacting medieval and contemporary global intellectual traditions. This study highlights Arabic’s critical contribution to epistemological developments and its ongoing cultural relevance, suggesting deeper interdisciplinary investigations into Arabic’s contemporary scholarly and educational applications.