Aktivitas perdagangan yang meningkat di Jalan Sepakat 2 mendorong para pedagang untuk saling bersaing dan menjual produknya dengan harga murah untuk menarik konsumen. Sehingga pedagang mencari cara untuk menekan harga modal produksinya, salah satunya dengan mengganti gula menjadi sakarin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kadar pemanis buatan sakarin pada minuman es teh X yang dijual di Jalan Sepakat 2, Kecamatan Pontianak Tenggara, menggunakan metode titrasi asam basa. Sakarin, pemanis buatan yang umum digunakan pada produk minuman, memiliki risiko kesehatan jika dikonsumsi dalam kadar tinggi. Uji kualitatif menunjukkan keberadaan sakarin pada tiga dari lima sampel es teh X melalui perubahan warna menjadi hijau fluoresen saat diuji dengan reagen resorsinol. Selanjutnya, uji kuantitatif dengan metode titrasi menghasilkan kadar sakarin berkisar antara 111-117 mg/kg, yang melebihi batas aman menurut Peraturan BPOM RI No. 4 Tahun 2014, yaitu 100 mg/kg. Hasil ini menunjukkan bahwa sampel es teh X yang dianalisis mengandung kadar sakarin berlebih yang dapat berpotensi mengancam kesehatan konsumen. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memeriksa keamanan pangan serta mendorong pengawasan lebih lanjut terhadap penggunaan pemanis buatan dalam produk jajanan minuman
Copyrights © 2025