Analisis pemanfaatan citra Satelit Himawari-8 pada kasus terjadinya Banjir di Kota Surakarta diperlukan untuk mengetahui dinamika kondisi atmosfer yang menyebabkan terjadinya hujan penyebab Banjir saat tanggal 3 Februari 2021. Metode visualisasi citra satelit Himawari-8 yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari metode Airmass, 24H Microphysics, dan Cloud Convective Overlay. Berdasarkan hasil kajian dengan citra satelit metode Airmass dan 24H Microphysics menunjukkan adanya susunan awan konvektif yang berkembang pada wilayah Kota Surakarta. Perkembangan awan konvektif ini dimulai pada jam 09.00-12.00 UTC. Perkembangan awan konvektif pada Kota Surakarta diakibatkan adanya pola konvergensi dan pola vortisitas potensial negatif yang meningkatkan perkembangan awan konvektif dengan nilai vortisitas potensial sebesar -6e-07 K m2 kg-1 s-1 dan nilai divergensi negatif sebesar -1e-05 sampai -5e-05 s-1. Berdasarkan citra satelit metode 24H Microphysics, fase matang perkembangan awan konvektif tercapai saat jam 12.00-13.00 UTC yang ditandai dengan penebalan dari tutupan awan Cumulonimbus, sementara fase peluruhan dimulai setelah jam 13.00 UTC.
Copyrights © 2023