Kurangnya pemanfaatan teknologi oleh petani di Desa Cibodas, Lembang, menjadi tantangan dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pertanian. Untuk itu, kegiatan pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk mengenalkan dan mengimplementasikan alat pemantau berbasis Internet of Things (IoT) dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) untuk meningkatkan literasi lingkungan dan keterampilan teknologi petani. Metode yang digunakan adalah Community-Based Research (CBR) melalui survei, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan operasional mekanik, pemahaman sistem monitoring, serta keterampilan pembuatan POC menggunakan alat berbasis IoT. Alat ini menampilkan data suhu dan pH secara real-time sehingga memudahkan petani dalam memantau proses fermentasi secara akurat. Meskipun demikian, pelatihan lanjutan masih diperlukan untuk meningkatkan kemampuan interpretasi data dan pengambilan keputusan berbasis indikator. Program ini berhasil mendorong efisiensi produksi, pengurangan limbah organik, serta penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian berkelanjutan
Copyrights © 2025