Penelitian ini mengidentifikasi miskonsepsi siswa kelas VII MTs Nahdatul Muslimin Kabupaten Kudus pada materi perubahan fisika dan kimia menggunakan Certainty of Response Index (CRI). Miskonsepsi adalah ketidaksesuaian pemahaman siswa dengan konsep ahli dan sulit diubah jika tidak terdeteksi. Subjek penelitian 23 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen tes tertulis 30 soal pilihan ganda dilengkapi skala CRI (1-4). Uji validitas menunjukkan 25 soal valid, dan reliabilitas instrumen sangat tinggi (0.981). Hasil analisis menunjukkan 44,5% siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi terbesar terjadi pada soal mengenai penyubliman kapur barus (No. 6), air mendidih (No. 14), peristiwa sehari-hari termasuk pembakaran kertas (No. 21), dan kaca pecah (No. 29), dengan persentase 50%-90%. Siswa cenderung menganggap perubahan wujud atau bentuk sebagai perubahan kimia karena adanya panas, gas, atau ketidakmampuan kembali ke bentuk semula, tanpa memahami bahwa zat baru tidak terbentuk. Miskonsepsi ini sering berakar pada prakonsepsi siswa. Disarankan penguatan konsep melalui demonstrasi dan praktikum untuk meningkatkan pemahaman dan mengatasi miskonsepsi.
Copyrights © 2025