Masalah rendahnya kemandirian ekonomi penenun Donggala, yang dipengaruhi oleh keterbatasan manajemen usaha, alat produksi, dan pemasaran menjadi permasalahan pada kelompok penenun sarung Donggala di Desa Mekar Baru. Kondisi ini menyebabkan rendahnya daya saing produk tenun sarung Donggala dan berpotensi mengancam keberlanjutan warisan budaya. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial serta meningkatkan keterampilan mitra dalam berwirausaha melalui penguatan kemampuan teknis dan nonteknis. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan teknis (peningkatan produksi) dan nonteknis (manajemen pemasaran dan administrasi) menggunakan metode ceramah dan learning by doing. Keberhasilan program diukur melalui indikator peningkatan hasil produksi, persentase peningkatan keterampilan, dan peningkatan pengetahuan berdasarkan kuesioner pra dan pasca pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan 80% mitra mampu mempraktikkan keterampilan mewarnai menggunakan bahan pewarna alami, kapasitas produksi meningkat 60% setelah penggunaan alat tenun baru, dan 70% pengetahuan mitra meningkat terkait pengolahan benang menggunakan bahan alami, manajemen usaha dan pemasaran, namun hanya 20% mitra yang mampu meningkatkan kemampuan pemasaran online dengan menggunakan platform facebook. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan kemandirian ekonomi mitra. Untuk keberlanjutan program, PKM menyediakan modal awal dalam bentuk bahan baku untuk tiga kali produksi kain tenun, sehingga pengrajin dapat terus berproduksi, serta dilakukan pengusulan penetapan Desa Mekar Baru sebagai desa binaan.
Copyrights © 2025