Dunia pendidikan saat ini dihadapkan oleh masalah yang cukup serius yang menimpa pesera didik yaitu tindakan perundungan yang tentunya berdampak negatif bagi peserta didik. Tindakan perundungan ini merugikan korban hingga mempengaruhi psikisnya dan menyebabkan pelaku bertindak semena-mena pada korban. Pelaku yang melakukan tindakan perundungan ini dapat memberi pengaruh buruk pada kesehatan fisik dan mental korbannya. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal pada 3 (tiga) Sekolah Dasar di Desa Simpasai Kecamatan Lambu bahwa kemampuan anak mengenal dampak dari tindakan perundungan masih dalam kategori rendah, pemahaman orang tua tentang cara pemberian edukasi bahaya perundungan pada anak masih kurang, minimnya metode dan media pembelajaran mengakibatkan kurangnya inovasi baru dalam mengenalkan pendidikan akan bahaya perundungan dengan memperhatikan tahapan perkembangan usia anak. Metode edukasi bahaya perudungan ini dilakukan melalui teknik bercerita, diskusi, tanya jawab, permainan, pemberian doorprize, serta bernyanyi. Kegiatan ini dilakukan dengan komunikasi yang sederhana dan penuh kenyamanan sehingga anak tidak terkesan menggurui dan menegangkan. Nilai-nilai edukasi bahaya perundungan ini dibalut dalam untaian nyanyian dan sajian gambar yang memudahkan anak dalam memahami hal tersebut. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah para siswa mampu memahami cara melindungi dirinya dari kejahatan perundungan serta bijak menggunakan gadget. Oleh karena itu, pihak sekolah harus tetap melakukan edukasi bahaya perundungan yang bersifat kontinyu pada seluruh siswa dengan metode-metode dan media yang menyenangkan.
Copyrights © 2024