Studi ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana pertumbuhan ekonomi dan partisipasi angkatan kerja berdampak pada tingkat pengangguran di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2010–2024. Metode kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, yang menggunakan regresi linier berganda. Perangkat lunak EViews 10 digunakan untuk menganalisis data sekunder yang dikumpulkan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan partisipasi angkatan kerja tidak berdampak signifikan terhadap tingkat pengangguran baik secara parsial maupun bersamaan. Hasilnya menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara belum cukup inklusif dan cenderung bergantung pada kapital, sehingga tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru secara efektif. Selain itu, pasar kerja berada di bawah tekanan yang lebih besar karena peningkatan jumlah angkatan kerja tidak diiringi dengan perluasan kesempatan kerja yang seimbang. Selain itu, kondisi pengangguran struktural di daerah ini diperburuk oleh ketidaksesuaian antara kemampuan angkatan kerja dan kebutuhan pasar. Oleh karena itu, temuan penelitian ini menekankan betapa pentingnya intervensi kebijakan yang tidak hanya membantu pertumbuhan ekonomi tetapi juga meningkatkan kualitas tenaga kerja, mengembangkan sektor padat karya, dan menyesuaikan kurikulum pendidikan untuk memenuhi kebutuhan industri. Untuk menghasilkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat regional, strategi ekonomi dan ketenagakerjaan harus diintegrasikan.
Copyrights © 2025