Artikel ini membahas penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Mutu pendidikan menjadi isu sentral dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi di era global. Seiring dengan penerapan sistem desentralisasi pendidikan, sekolah dituntut untuk mengelola diri secara mandiri dan profesional guna memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Salah satu pendekatan strategis yang dikembangkan untuk menjawab tantangan ini adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS memberikan kewenangan lebih besar kepada sekolah untuk mengatur dan mengelola sumber daya serta pengambilan keputusan secara mandiri, guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi MBS dalam meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang dilakukan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBS berkontribusi positif terhadap peningkatan partisipasi warga sekolah, transparansi pengelolaan, serta perbaikan mutu layanan pendidikan. Namun, pelaksanaan MBS juga menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan dukungan stakeholder. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kepala sekolah dan seluruh komponen sekolah dalam mengelola manajemen sekolah secara partisipatif dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Copyrights © 2025