Penelitian ini menganalisis naskah drama Madikur dan Tarkeni karya Arifin C. Noer melalui pendekatan dekonstruksi Jacques Derrida. Tujuannya membongkar struktur makna mapan sekaligus mengungkap kontradiksi, hierarki tersembunyi, dan ambiguitas yang melekat dalam jalinan naratif. Analisis memusatkan perhatian pada oposisi biner dominan waras / gila, kaya/miskin, berkuasa/terpinggirkan untuk menunjukkan bahwa hierarki tersebut tidak absolut, melainkan saling bergantung dan rapuh. Konsep kunci seperti logosentrisme serta différance digunakan untuk menelusuri bagaimana makna senantiasa tertunda dan tak pernah hadir sepenuhnya. Hasil kajian memperlihatkan bahwa teks ini secara aktif menggoyahkan tatanan logis dan norma sosial. Elemen marginal justru menjadi pusat dinamis yang mengacaukan, menjadikan identitas tokoh serta kebenaran naratif cair dan tidak pasti. Dengan demikian, Madikur dan Tarkeni dipahami sebagai karya radikal yang menantang asumsi pembaca, memaksa mereka ikut memproduksi makna baru, serta mengafirmasi pluralitas interpretasi. Penelitian ini sekaligus menegaskan relevansi dekonstruksi bagi studi drama Indonesia kontemporer serta memperluas horizon kritik sastra poststruktural pada ranah akademik dan pedagogik nasional.
Copyrights © 2025