Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intertekstual antara naskah drama Janji Senja karya Taofan Nalisaputra dan Ayahku Pulang karya Umar Ismail. Kajian difokuskan pada tema kesetiaan, harapan, dinamika keluarga, serta simbolisme waktu. Menggunakan pendekatan intertekstualitas yang dipelopori oleh Julia Kristeva, penelitian ini mengungkap bahwa kedua teks memiliki relasi tematik dan struktural yang saling mencerminkan serta menegaskan ide-ide universal tentang cinta keluarga, pengorbanan, dan konflik antargenerasi. Janji Senja menggambarkan kesetiaan pasif yang terus dipertahankan meskipun penuh ketidakpastian, sementara Ayahku Pulang menampilkan bentuk kesetiaan yang aktif namun terhalang oleh luka masa lalu. Waktu dalam kedua drama hadir sebagai simbol penderitaan, penantian, sekaligus batas antara pengampunan dan penolakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa intertekstualitas membuka ruang tafsir yang lebih dalam, memperlihatkan bagaimana dua karya berbeda dapat saling memperkaya makna. Studi ini menegaskan pentingnya pembacaan intertekstual dalam memahami kompleksitas nilai-nilai dalam sastra drama Indonesia.
Copyrights © 2025