Perkembangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian, salah satunya akibat kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mendorong masyarakat beralih pada emas sebagai investasi aman (save haven). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kompas.com membingkai pemberitaan tren beli emas sebagai respons terhadap kondisi global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing Robert N. Entman, yang meliputi empat perangkat : Pendefisian masalah, diagnosis penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com membingkai kebijakan Donald Trump sebagai pemicu ketidakstabilan ekonomi global yang beujung pada lonjakan harga emas. Emas diposisikan sebagai investasi aman, sementara fenomena Fear of Missing Out (FOMO) masyarakat Indonesia dibingkai secara positif sebagai bentuk kewaspadaan finansial. Selain itu, berdasarkan teori efek media Steven M. Chaffee, framing berita Kompas.com berpengaruh terhadap khalayak pada tiga ranah : (1) Kognitif : menambah pemahaman tentang hubungan kebijakan global dengan harga emas, (2) Afektif : membangun keyakinan positif terhadap emas sebagai investasi, dan (3) Behavioral : mendorong tindakan nyata berupa pembelian emas secara rasional Dengan demikian, Kompas.com tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen edukasi yang mendorong masyarakat untuk adaptif, rasional dan bertanggungjawab dalam pengambilan keputusan investasi.
Copyrights © 2025