Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat kasus nyata di sekolah terkait kesulitan membaca yang dialami oleh siswa kelas 1. Penelitian ini dilaksanakan di SD ISLAM AL-ABROR, Kabupaten Situbondo. Peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas 1 guna mengidentifikasi peran guru dalam memberikan bimbingan konseling akademik kepada siswa yang mengalami hambatan membaca. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan 2 orang siswi kelas 1 yang mengalami kesulitan membaca. Guru kelas mengambil peran penting dalam menyusun dan melaksanakan program belajar membaca sebagai bentuk intervensi. Program ini merupakan kelas tambahan khusus bagi siswa atau siswi yang menghadapi kesulitan dalam membaca. Hasil dari pelaksanaan program belajar membaca menunjukkan perkembangan yang positif ditandai dengan progres siswa yang semakin hari bisa membaca karena banyak berlatih. Selain itu pendekatan terpadu dan keterlibatan orang tua dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa.
Copyrights © 2025