Pada lapisan beton aspal, aspal minyak umum digunakan sebagai bahan pengikat. Namun, penggunaannya terkendala oleh fluktuasi harga dan ketergantungan terhadap impor. Aspal buton sebagai bahan lokal berpotensi menjadi substitusi sebagian aspal minyak, meskipun pengolahannya secara konvensional masih kurang efektif. Penelitian ini menggunakan aspal buton yang telah diekstraksi menggunakan metode nano untuk meningkatkan kualitas hasil ekstraksi. Campuran laston AC-WC diuji dengan metode pengujian Marshall pada variasi substitusi 0%, 1%, 2%, 4%, dan 16%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kadar substitusi nanoaspal buton memberikan pengaruh nilai parameter Marshall yaitu dengan meningkatkan persentase substitusi nanoaspal buton. Nilai parameter Marshall yang meningkat yaitu, stabilitas, flow, void in mix (VIM), dan void in mineral aggregate (VMA). Sebaliknya, nilai void filled with bitumen (VFB) mengalami penurunan meskipun tidak signifikan. Penelitian ini menunjukkan potensi penggunaan nanoaspal buton sebagai bahan substitusi yang dapat memperkuat campuran beton aspal.
Copyrights © 2025