Perkembangan jumlah muallaf di Indonesia tidak hanya mencerminkan dinamika sosial-keagamaan, tetapi juga menuntut perhatian serius dalam aspek pembinaan dan pendidikan agama Islam. Studi ini menyoroti pola pendidikan agama Islam bagi muallaf di Yayasan Muallaf Al-Yumna, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini menggali strategi pembinaan muallaf melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembinaan muallaf di yayasan ini mengadopsi pendekatan multidimensional, yakni pendekatan psikologis, sosial-religius, dan pemberdayaan ekonomi. Pola pembinaan dilakukan secara berkelanjutan melalui metode struktural, non-struktural, dan kultural, yang meliputi pengajian, kajian keIslaman, serta kegiatan sosial-keagamaan seperti tradisi kethok semprong dan rudat. Meskipun sebagian muallaf telah mampu menginternalisasi ajaran Islam secara utuh, masih terdapat tantangan dalam aspek praktik keagamaan sehari-hari, khususnya dalam pelaksanaan ibadah wajib. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem pendampingan yang lebih komprehensif serta keterlibatan komunitas Muslim yang lebih luas dalam mendukung keberlanjutan pembinaan muallaf di Indonesia.
Copyrights © 2024