Fenomena Bandung Lautan Api pada tahun 1946 bukan sekadar insiden sejarah, melainkan sebuah manifestasi strategis dari perlawanan urban yang menandai evolusi taktik perlawanan di Indonesia. Strategi bumi hangus, yang diimplementasikan secara kolektif oleh Tentara Republik Indonesia (TRI) dan warga Bandung, mencerminkan pemahaman mendalam tentang lanskap perkotaan sebagai medan pertempuran asimetris. Penelitian ini menjelaskan bahwa peristiwa ini menjadi studi kasus krusial dalam memahami bagaimana sinergi militer dan masyarakat sipil dapat secara aktif terlibat dalam konfrontasi militer, melampaui batasan konvensional antara kombatan dan non-kombatan. Hasil penelitian ini juga mengilustrasikan bagaimana inisiatif akar rumput dapat menjadi fondasi bagi strategi perlawanan yang lebih luas dan menjadi cikal bakal doktrin pertahanan Indonesia saat ini, yaitu Pertahanan Rakyat Semesta (Hankamrata). Dengan demikian, Bandung Lautan Api tidak hanya menjadi simbol perjuangan, tetapi juga tonggak penting dalam perkembangan doktrin pertahanan nasional yang melibatkan seluruh elemen bangsa dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara secara menyeluruh dan berkelanjutan. Studi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara militer dan masyarakat sipil sebagai fondasi pertahanan yang efektif.
Copyrights © 2025