Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BANDUNG LAUTAN API DAN PERLAWANAN URBAN: GENESIS DOKTRIN PERTAHANAN TOTAL DI INDONESIA Sumaryadi, Sumaryadi; Akbar, Lalu Aan Sasaka; Putranto, Andy Marjono; Widuri, Ani; Ramadhani, Agita; Pradika, Cahya Dwi; Cahyadi, Deni
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 8 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i8.2025.3439-3444

Abstract

Fenomena Bandung Lautan Api pada tahun 1946 bukan sekadar insiden sejarah, melainkan sebuah manifestasi strategis dari perlawanan urban yang menandai evolusi taktik perlawanan di Indonesia. Strategi bumi hangus, yang diimplementasikan secara kolektif oleh Tentara Republik Indonesia (TRI) dan warga Bandung, mencerminkan pemahaman mendalam tentang lanskap perkotaan sebagai medan pertempuran asimetris. Penelitian ini menjelaskan bahwa peristiwa ini menjadi studi kasus krusial dalam memahami bagaimana sinergi militer dan masyarakat sipil dapat secara aktif terlibat dalam konfrontasi militer, melampaui batasan konvensional antara kombatan dan non-kombatan. Hasil penelitian ini juga mengilustrasikan bagaimana inisiatif akar rumput dapat menjadi fondasi bagi strategi perlawanan yang lebih luas dan menjadi cikal bakal doktrin pertahanan Indonesia saat ini, yaitu Pertahanan Rakyat Semesta (Hankamrata). Dengan demikian, Bandung Lautan Api tidak hanya menjadi simbol perjuangan, tetapi juga tonggak penting dalam perkembangan doktrin pertahanan nasional yang melibatkan seluruh elemen bangsa dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara secara menyeluruh dan berkelanjutan. Studi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara militer dan masyarakat sipil sebagai fondasi pertahanan yang efektif.
Fundamental of FAA AD 2025-04-03 Implementation on The Boeing 737-800 NG Turbine Exhaust System Widuri, Ani; Aritonang, Sovian; Amperiawan, Gita; Putranto, Andy; Akbar, Lalu; Furqon, Muhammad Zainal
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7292

Abstract

The turbine exhaust system is a critical component in maintaining the structural integrity and airworthiness of turbofan-powered transport aircraft on CFM56-7B engines, the Federal Aviation Administration (FAA) issued Airworthiness Directive (AD) 2025-04-03, requiring the modification of the engine primary exhaust nozzle to prevent potential separation and structural damage to the fuselage. This study evaluates the implementation of the directive in the Sriwijaya Air fleet under the scope of Boeing Special Attention Requirements Bulletin 737-78-1106 RB Revision 1. The research method combines airworthiness compliance analysis, engineering inspection, and procedural verification using the Accomplishment Instructions defined in EO M-78-003. The modification involved the installation of TOP KIT 002A0123-1 for Off-Wing Rework Kit and 002A0123-2 for On-Wing Installation Kit, the replacement of affected part numbers 314A2610-1, -62, -68, and incorporation of Airworthiness Limitations (AWLs) Nos. 2, 3, and 4 into the operator’s maintenance program. The results confirm that the affected aircraft—registrations PK-CRI, PK-CRA, PK-CRE, and PK-CRH—belong to Group 1 configuration and require mandatory action within 90 days after the AD effective date April 8, 2025, and must be inspection completed before July 31, 2028.
Potensi Material High Entropy Alloys (HEAs) untuk Aplikasi Lapis Baja: Tinjauan Sifat Mekanik dan Ketahanan Benturan Balistik Putranto, Andy Marjono; Aritonang, Sovian; Gani, Erzi Agson; Widuri, Ani; Akbar, Lalu Aan Sasaka
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7416

Abstract

Kebutuhan akan material pelindung dengan rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi semakin meningkat seiring dengan tuntutan mobilitas dan efisiensi sistem pertahanan modern. High Entropy Alloys (HEAs), sebagai kelas material logam multikomponen berbasis multi-principal elements, menawarkan pendekatan nonkonvensional dalam desain paduan yang berpotensi melampaui performa baja armor konvensional. Studi ini meninjau secara komprehensif perkembangan terbaru mengenai sifat mekanik, perilaku deformasi dinamis, dan ketahanan benturan balistik dari berbagai sistem HEAs. Melalui pendekatan systematic literature review, artikel ini mengidentifikasi empat efek inti HEAs seperti entropi tinggi, distorsi kisi, difusi lambat, dan efek koktail sebagai faktor fundamental yang menghasilkan kombinasi luar biasa antara kekuatan, keuletan, dan ketangguhan. Dibandingkan dengan lapis baja seperti Ramor 550 dan Armox 500T yang memiliki kekuatan spesifik (specific strength) 159–208 MPa·g/cm³, beberapa HEAs (misalnya AlCuFeMnMgTi) menunjukkan nilai hingga 500 MPa·g/cm³ dengan kekerasan mencapai 770 HV. Temuan ini menunjukkan bahwa HEAs mampu mencapai efisiensi struktural dan ketahanan deformasi lebih tinggi pada densitas yang lebih rendah, menjadikannya kandidat unggul untuk aplikasi armor ringan berperforma tinggi. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi optimasi komposisi, kontrol mikrostruktur selama pemrosesan, serta isu biaya dan skalabilitas manufaktur. Kajian ini menegaskan bahwa dengan integrasi antara desain berbasis komputasi, powder metallurgy, dan arsitektur material berlapis atau hibrida, HEAs berpotensi menjadi material strategis dalam pengembangan lapis baja generasi mendatang yang ringan, tangguh, dan adaptif terhadap ancaman balistik modern.
CFM56-7B Electronic Engine Control System Performance During Ground Run-Up Test Widuri, Ani; Aritonang, Sovian; Amperiawan, Gita; Putranto, Andy Marjono; Akbar, Lalu Aan Sasaka; Risnawan, Novan
Aviation Electronics, Information Technology, Telecommunications, Electricals, and Controls (AVITEC) Vol 8, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/avitec.v8i1.3415

Abstract

The performance of the Electronic Engine Control (EEC) system is essential for ensuring safe aircraft operation following engine maintenance. This study evaluates the EEC performance of a CFM56-7B turbofan engine during an on-aircraft Engine Ground Run-Up (EGR) test conducted after engine replacement on a Boeing 737-800 Next Generation aircraft. The test was performed under controlled ground conditions in accordance with the Aircraft Maintenance Manual, and key EEC-controlled parameters—including fan speed (N1), compressor speed (N2), exhaust gas temperature (EGT), fuel flow, lubrication parameters, and engine vibration—were recorded using the aircraft’s built-in sensor system. The results indicate that all monitored parameters remained within manufacturer-specified acceptance limits during engine start, idle, Maximum Power Assurance, and static take-off power conditions, demonstrating stable EEC regulation under both transient and steady-state operation. Fuel consumption during the EGR procedure was consistent with the applied power settings, reflecting appropriate fuel scheduling. Comparison with representative test-cell–based studies show similar performance trends, with expected differences in thermal behavior attributable to on-wing installation effects during ground operation. Overall, the findings confirm that on-aircraft EGR testing provides an effective and operationally representative approach for post-maintenance validation of EEC performance, bridging the gap between test-cell evaluations and actual aircraft operation.