Pengolahan limbah air kelapa melalui bioteknologi sederhana merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pesantren Putri Yatama Mandiri dengan tujuan membekali santriwati keterampilan praktis dalam mengolah limbah air kelapa menjadi Nata de Coco. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, praktik langsung pembuatan Nata de Coco, serta evaluasi respons peserta. Evaluasi dilakukan melalui tiga indikator, yaitu pemanfaatan limbah, pemahaman prosedur, dan pembelajaran bioteknologi. Selain itu, kualitas produk dinilai melalui uji organoleptik dengan enam parameter utama, yakni warna, aroma, tekstur, kekenyalan, rasa, dan daya terima. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa santriwati mampu memahami proses fermentasi dan menyadari potensi ekonomis dari limbah air kelapa. Uji organoleptik mengindikasikan produk dapat diterima dengan baik, dengan skor tinggi pada daya terima, tekstur, kekenyalan, dan warna, meskipun aroma dan rasa relatif lebih rendah. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini terbukti efektif dalam mengintegrasikan ilmu bioteknologi dengan praktik kewirausahaan, serta berpotensi mendukung pemberdayaan santriwati melalui pemanfaatan limbah berbasis bioteknologi.
Copyrights © 2025