Penelitian ini membahas jejak awal dan perkembangan Islam di Bengkulu dengan menelusuri proses dakwah para ulama serta transformasi sosial keagamaan yang terjadi sejak abad ke-17 hingga abad ke-20. Bengkulu, sebagai wilayah pesisir barat Sumatera, memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan internasional yang mempertemukan para pedagang Muslim dari Arab, Gujarat, dan Aceh. Melalui interaksi ekonomi dan sosial tersebut, nilai-nilai Islam mulai terinternalisasi dalam masyarakat lokal. Dakwah para ulama seperti Syekh Burhanuddin Ulakan dan jaringan ulama dari Minangkabau turut memperkuat proses islamisasi di wilayah ini. Pada masa kolonial Inggris dan Belanda, Islam di Bengkulu menghadapi tantangan politik dan budaya, namun tetap berkembang melalui lembaga pendidikan tradisional seperti surau dan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dengan analisis kualitatif terhadap sumber tertulis, arsip kolonial, dan tradisi lisan masyarakat Bengkulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses institusionalisasi Islam di Bengkulu berakar pada integrasi nilai-nilai dakwah dan kearifan lokal, yang hingga kini membentuk identitas keagamaan masyarakat. Studi ini menegaskan pentingnya peran ulama dan lembaga keislaman dalam membangun kesinambungan tradisi Islam di daerah pesisir Sumatera.
Copyrights © 2025