Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor sosial dan budaya dalam menjaga keseimbangan bilingualisme pada masyarakat diglosia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan pengumpulan data mendalam terhadap sejumlah sumber atau referensi yang mewakili berbagai lapisan masyarakat diglosia. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik literatur, kemudian dilakukan analisis data menurut Milles dan Huberman dengan melakukan analisis yang bersifat terus menerus yakni pengumpulan data, reduksi kata, menyajikan data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan data yang dimiliki, status sosial yang lebih tinggi cenderung menggunakan varietas bahasa yang lebih formal, sementara responden yang status sosialnya lebih rendah cenderung menggunakan varietas bahasa yang lebih informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor sosial, seperti status sosial, budaya, seperti identitas budaya dan faktor lingkungan yang berpengaruh dalam pemeliharaan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan bilingualisme dalam masyarakat diglosia.
Copyrights © 2024