Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental siswa SMA Muhammadiyah Palangka Raya melalui intervensi berbasis sekolah. Latar belakang didasarkan pada laporan I-NAMHS (2022) yang menunjukkan 34,9% remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, dengan hanya 2,6% yang mengakses layanan. Metode yang digunakan meliputi: (1) workshop interaktif selama dua hari dengan pendekatan partisipatif, dan (2) aplikasi digital berbasis soal psikologis dengan umpan balik instan. Partisipan terdiri dari 60 siswa yang dipilih secara acak. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kesehatan mental sebesar 38% secara rata-rata, dengan capaian tertinggi pada pemahaman dasar (39%). Intervensi digital mendapat respons positif (85% siswa menyatakan materi mudah dipahami), meskipun 28% mengalami kendala akses internet. Program ini membuktikan efektivitas pendekatan multimodal dalam meningkatkan literasi kesehatan mental remaja, dengan rekomendasi pengembangan modul offline untuk menjangkau siswa dengan keterbatasan infrastruktur.
Copyrights © 2025