Di era revolusi industri 4.0 dan abad ke-21, keterampilan berpikir analitis dan kritis menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa untuk menghadapi tantangan kompleks di dunia akademik dan profesional. Namun, kemampuan tersebut belum berkembang optimal akibat metode pembelajaran yang masih konvensional dan berpusat pada dosen, sehingga mahasiswa kurang aktif berlatih berpikir kritis dan analitis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir analitis dan kritis mahasiswa serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapan model tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber literatur primer dan sekunder terkait PBL dan pengembangan berpikir kritis dan analitis. Hasil studi pustaka dari berbagai jurnal menunjukkan bahwa PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis, keaktifan, serta motivasi belajar mahasiswa. Kendala yang ditemukan antara lain pengelolaan kelas yang kompleks, variasi kemampuan mahasiswa, dan keterbatasan sumber belajar. Secara keseluruhan, PBL direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran efektif yang relevan untuk menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Copyrights © 2025