Latar Belakang: Keberagaman gender merupakan fenomena yang semakin diakui dalam kajian psikologi kontemporer, namun pemahaman mendalam tentang dinamika psikologis yang dialami individu dengan ragam gender masih terbatas, terutama dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami dinamika psikologis yang dialami oleh individu dengan ragam gender dalam konteks budaya Sulawesi Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, melibatkan 12 partisipan yang mengidentifikasi diri dalam spektrum ragam gender, berusia 20-45 tahun, dan berdomisili di Sulawesi Selatan minimal 5 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipan, dan catatan reflektif, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil: Analisis mengidentifikasi empat tema superordinat: (1) perjalanan menuju self-discovery dan penerimaan identitas yang melibatkan fase-fase eksplorasi, konflik internal, dan eventual acceptance; (2) kompleksitas kognitif-emosional yang mencakup ambivalensi, cognitive dissonance, dan proses rekonstruksi self-concept; (3) pengembangan strategi adaptasi yang meliputi pencarian dukungan sosial, selective disclosure, dan advokasi; serta (4) navigasi ruang sosial-relasional dalam konteks budaya yang masih menekankan binaritas gender. Kesimpulan: Temuan menunjukkan bahwa individu dengan ragam gender mengalami dinamika psikologis yang kompleks dan multidimensional, yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal (kognitif, emosional) dan eksternal (sosial, budaya). Hasil penelitian memberikan implikasi penting bagi pengembangan layanan kesehatan mental yang affirmative, culturally sensitive, dan berbasis bukti untuk populasi ini di Indonesia.
Copyrights © 2025