Jagung merupakan salah satu komoditas pangan strategis di Indonesia dengan potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, salah satunya tepung maizena. Namun, sebagian besar petani masih menjual jagung dalam bentuk biji kering tanpa pengolahan lebih lanjut, sehingga nilai ekonomi yang diperoleh relatif rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dan diikuti oleh 25 peserta anggota Kelompok Taruna Tani. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas petani melalui pelatihan diversifikasi produk jagung menjadi tepung maizena. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan sebesar 43,3% dan keterampilan sebesar 50%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan dan pendampingan partisipatif efektif dalam mentransfer teknologi tepat guna, mendorong diversifikasi produk, serta meningkatkan nilai tambah dan kemandirian ekonomi kelompok tani. Keberlanjutan usaha direkomendasikan melalui pendirian unit usaha kelompok dan dukungan peralatan dari pemerintah daerah.
Copyrights © 2025