Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, memiliki potensi besar dalam produksi kopi Arabika karena kondisi geografis yang mendukung. Namun, kelompok tani kopi masih menghadapi berbagai kendala, antara lain proses pengupasan yang masih manual dengan kapasitas hanya ±10 kg/jam, pemanfaatan limbah kopi yang belum optimal, serta pemasaran yang masih konvensional tanpa merek dan akses digital. Permasalahan tersebut berdampak pada rendahnya produktivitas, tingginya beban kerja, serta terbatasnya nilai tambah yang diperoleh petani. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas dan kemandirian Kelompok Tani Sadar Ingin Maju melalui penerapan teknologi tepat guna, pemanfaatan limbah kopi menjadi produk bernilai tambah, serta strategi pemasaran digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra sebagai aktor utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Tiga solusi utama ditawarkan, yaitu: (1) penyediaan mesin pengupas biji kopi berkapasitas 100 kg/jam untuk meningkatkan efisiensi produksi; (2) pelatihan pengolahan limbah kopi menjadi pupuk organik dan pakan ternak; serta (3) pelatihan pemasaran digital berbasis marketplace seperti Shopee. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi pengupasan, pengurangan limbah yang terbuang, terciptanya keterampilan baru dalam pengolahan limbah, serta perluasan akses pasar melalui pemasaran digital. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha, dan kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Pakpak Bharat
Copyrights © 2025