Desa Karimunjawa, yang terletak di wilayah kepulauan Jawa Tengah, menghadapi tantangan serius dalam ketahanan pangan akibat keterbatasan lahan pertanian, kondisi tanah berpasir dengan nutrisi rendah, serta ketergantungan pada pasokan sayuran dari Jepara yang harganya relatif lebih tinggi. Cuaca ekstrim juga sering mengganggu jalur transportasi, sehingga distribusi pangan tidak menentu. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemandirian pangan lokal melalui penerapan budidaya hidroponik yang dipadukan dengan teknologi Internet of Things (IoT). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, meliputi penguatan kapasitas kelompok Fatayat NU, pelatihan sistem hidroponik, pendampingan teknis, serta implementasi perangkat IoT untuk pemantauan dan pengaturan air serta nutrisi tanaman secara otomatis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem hidroponik berbasis IoT mampu menurunkan konsumsi air hingga 30% dan memperpendek siklus panen, sehingga menghasilkan produksi sayuran yang lebih konsisten. Selain itu, program ini memperkuat kapasitas institusional mitra komunitas, meningkatkan keterampilan anggota, serta membuka peluang ekonomi berbasis pertanian berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat pesisir seperti Karimunjawa.
Copyrights © 2025