Modernisasi telah membawa perubahan fundamental dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat, termasuk cara individu memahami dan mengamalkan keyakinan di tengah keberagaman agama yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interpretasi mahasiswa Universitas Negeri Medan terhadap modernisasi keberagaman agama dalam konteks masyarakat multikultural kota Medan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif di lingkungan kampus, dan studi dokumentasi terkait kebijakan keberagaman agama. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memiliki interpretasi ganda terhadap modernisasi keberagaman agama. Di sisi positif, modernisasi meningkatkan akses pendidikan, memperluas wawasan melalui teknologi informasi, dan memfasilitasi dialog lintas agama yang mendorong toleransi antarumat beragama. Teknologi dan media sosial memungkinkan interaksi yang lebih luas antar mahasiswa berbeda agama. Namun, modernisasi juga menimbulkan tantangan berupa individualisasi, sekularisasi, berkurangnya nilai sakral dalam praktik keagamaan, serta potensi konflik akibat penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial
Copyrights © 2025