Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Age Limit for Presidential Capres/Cawapres (Legal Analysis of MKRI Decision No. 92/PUU-XXI/2023) Majda El Muhtaj; Anisa Amelia Purba; Iwidya Risti Sinaga; Nabila Fri Cahyani; Nur Cahyu Azizah; Mikha Valdo Tambunan; Putriana Sinaga
International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Culture, and Social Humanities Vol. 2 No. 2 (2024): May : International Journal of Education, Language, Literature, Arts, Culture,
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/ijellacush.v2i2.777

Abstract

This study is a normative juridical research, which is a research method by examining library materials in the form of secondary data which will be analyzed qualitatively to achieve clarity regarding the decision issued by the Constitutional Court regarding the age limit of Presidential and vice presidential Candidates from the law of the Republic of Indonesia decision no. 92/PUU-XXI/2023. This research aims to analyze in depth the legal aspects related to the decision, including its relation to Law Number 7 of 2017 concerning the Election of Age Limits for Candidates for President and Vice President. The results of this in-depth analysis are expected to provide a comprehensive understanding of the legal implications of the Constitutional Court's decision in the context of the Indonesian constitutional system. Thus, this research is expected to contribute to the understanding and analysis of legal issues relevant to the Indonesian constitutional system.
Studi Kasus tentang Implikasi Hukuman terhadap Kedisiplinan Siswa Saqinah Aifi Kirmala; Arini Rehulina Br Surbakti; Fatma Angraini Lubis; Nur Cahyu Azizah; Anisa Amelia Purba; Ulan Dari; Jamaludin Jamaludin; Sri Yunita
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v3i2.4350

Abstract

Student discipline is a crucial aspect in the world of education that directly affects the effectiveness of the learning process. This study aims to analyze the implications of punishment on student discipline using a behaviorist learning theory approach. In this theory, punishment functions as a consequence that reduces unwanted behavior, while positive reinforcement aims to encourage expected behavior. A case study of Mrs. Supriyani, a teacher accused of committing violence against students, is the focus of this study. The results of the study indicate that punishment given appropriately and consistently can build a deterrent effect and increase student discipline. However, excessive or unfair punishment tends to have negative impacts, such as emotional resistance and damaged teacher-student relationships. To achieve more effective discipline, a combination of educational punishment and positive reinforcement is needed so that students not only understand the bad consequences of violations but are also motivated to demonstrate good behavior. Prospects for further development of this research include the implementation of restorative justice methods in conflict resolution and strengthening the role of teachers as learning facilitators who educate without having to cause fear.
Interprestasi Mahasiswa Universitas Negeri Medan Terhadap Modernisasi Keberagaman Agama Anastasya Sembiring; Anisa Amelia Purba; Arini Surbakti; Fatma Anggraini Lubis; Iwidya Risti Sinaga; Mikha Valdo Tambunan; Nur Cahyu Azizah; Putriana Sinaga; Ruth Hanna Sihombing; Saqinah Aifi Kirmala; Yakinda Benianfi Munthe; M. Iqbal; Alfonsius Ligori Keer
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2425

Abstract

Modernisasi telah membawa perubahan fundamental dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat, termasuk cara individu memahami dan mengamalkan keyakinan di tengah keberagaman agama yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interpretasi mahasiswa Universitas Negeri Medan terhadap modernisasi keberagaman agama dalam konteks masyarakat multikultural kota Medan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif di lingkungan kampus, dan studi dokumentasi terkait kebijakan keberagaman agama. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memiliki interpretasi ganda terhadap modernisasi keberagaman agama. Di sisi positif, modernisasi meningkatkan akses pendidikan, memperluas wawasan melalui teknologi informasi, dan memfasilitasi dialog lintas agama yang mendorong toleransi antarumat beragama. Teknologi dan media sosial memungkinkan interaksi yang lebih luas antar mahasiswa berbeda agama. Namun, modernisasi juga menimbulkan tantangan berupa individualisasi, sekularisasi, berkurangnya nilai sakral dalam praktik keagamaan, serta potensi konflik akibat penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial
Peran Organisasi Mahasiswa Kesukuan Dalam Memperkuat Identitas Budaya Mahasiswa: (Studi Pada Organisasi Ikatan Mahasiswa Karo RM FIS Unimed) Hummaira, Nabila Devia; M. Iqbal; Angela Eva Nia; Agnes Elizabeth Manalu; Anisa Amelia Purba; Ayu Tri Chahyani; Hanaya Manuela Ambarita; Mikha Valdo T. Tambunan; Nur Cahyu Azizah; Putriana Sinaga; Rima Volyna Munthe; Silvia Mahrani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi mahasiswa kesukuan dalam memperkuat identitas budaya mahasiswa, dengan studi pada Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA) di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan globalisasi yang berpotensi menggerus identitas budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Karo yang tergabung dalam organisasi IMKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMKA memiliki peran strategis sebagai wadah pelestarian dan penguatan identitas budaya Karo. Organisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai media edukasi budaya melalui berbagai kegiatan seperti diskusi budaya, pelatihan seni tradisional, dan perayaan adat. Keikutsertaan aktif mahasiswa dalam organisasi terbukti meningkatkan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai budaya seperti gotong royong, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap adat. Proses internalisasi ini terjadi secara efektif melalui pengalaman langsung dalam kegiatan organisasi. Selain itu, terdapat faktor pendukung seperti solidaritas anggota, dukungan senior dan kampus, serta rasa bangga terhadap budaya sendiri. Namun, terdapat pula hambatan seperti pengaruh budaya global, menurunnya minat mahasiswa, dan keterbatasan waktu akibat aktivitas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi mahasiswa kesukuan berperan penting dalam mentransmisikan dan mempertahankan identitas budaya di lingkungan kampus multikultural. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang inovatif dan adaptif untuk meningkatkan efektivitas organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Implementasi Kebijakan Publik Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Dalam Perspektif Good Governance Di Kelurahan Terjun Medan Marelan Sembiring, Anastasya; Anisa Amelia Purba; Mikha Valdo T. Tambunan; Nur Cahyu Azizah; Julia Ivanna
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5383

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan sampah serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam mendukung kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan publik dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat dalam perspektif good governance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur kelurahan, pengurus bank sampah, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan sampah belum berjalan optimal. Hal ini terlihat dari rendahnya pemahaman dan partisipasi masyarakat serta kurangnya sosialisasi kebijakan. Program berbasis masyarakat seperti bank sampah juga belum berjalan secara berkelanjutan. Selain itu, prinsip transparansi dan akuntabilitas belum diterapkan secara maksimal sehingga mempengaruhi efektivitas kebijakan. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya koordinasi, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Kesimpulannya, implementasi kebijakan pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan melalui penguatan partisipasi masyarakat dan penerapan prinsip good governance.