Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan kurikulum deep learning di SDIT Ghilmani Surabaya untuk mewujudkan pembelajaran bermakna, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, dengan penekanan pada proses pembelajaran yang nyata. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan cara mereduksi data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deep learning diterapkan melalui model pembelajaran inquiry learning, problem-based learning, dan project-based learning. Model-model ini membantu siswa berpikir kritis, kreatif, dan memahami konsep dengan lebih dalam. Guru berperan sebagai fasilitator dengan menekankan nilai-nilai mindful, meaningful, dan joyful learning. Dukungan dari pelatihan guru, forum KKG, serta supervisi rutin meningkatkan profesionalisme guru. Meskipun ada kendala dalam hal waktu dan fasilitas, kerja sama antar lembaga sekolah mampu menjaga kelanjutan pembelajaran yang bermakna.
Copyrights © 2025