Abstrak. Studi ini menyelidiki efektivitas model UNIE-C (Understand, Need, Interaction, Expression - Creativity) sebagai kerangka kerja holistik untuk meningkatkan pembelajaran tari di pendidikan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana model ini meningkatkan kinerja teknis, kreativitas, dan apresiasi estetika siswa sambil menumbuhkan pemahaman budaya dan interaksi sosial. Desain metode campuran kuasi-eksperimental diterapkan, menggabungkan ukuran pretes-postes kuantitatif dengan observasi kualitatif, jurnal reflektif, dan wawancara. Temuan ini mengungkapkan peningkatan yang signifikan dalam kemahiran teknis, kemampuan ekspresif, dan kepekaan estetika di antara siswa yang belajar di bawah kerangka kerja UNIE-C dibandingkan dengan mereka yang diajarkan melalui metode tradisional. Analisis kuantitatif menunjukkan ukuran efek yang besar untuk peningkatan kinerja dan apresiasi, sementara data kualitatif menyoroti keterlibatan yang lebih dalam, kolaborasi, dan pembelajaran reflektif. Integrasi pembelajaran yang diwujudkan dan eksperiensial dalam struktur UNIE-C selaras dengan tren pedagogis global yang menekankan kreativitas, empati, dan keberlanjutan budaya. Studi ini menyimpulkan bahwa model UNIE-C secara efektif menjembatani ranah teknis, emosional, dan budaya, memposisikan pendidikan tari sebagai media transformatif bagi perkembangan holistik. Implikasinya melampaui pembelajaran di kelas, hingga perancangan kurikulum, pelatihan guru, dan pendidikan budaya berbasis masyarakat. Penelitian di masa mendatang perlu mengeksplorasi skalabilitas model ini di berbagai konteks pendidikan dan integrasinya dengan kerangka kerja digital dan interdisipliner Kata Kunci: Pendidikan tari; keberlanjutan budaya; model UNIE-C; kreativitas; pembelajaran holistik
Copyrights © 2025