Artikel yang berjudul Reinvensi Sastra Maritim Masyarakat Bugis di Era Digital sebagai Bentuk Adaptasi Budaya dan Kesadaran Ekologis Global ini bertujuan menafsirkan transformasi sastra maritim masyarakat Bugis di era digital serta menjelaskan bagaimana literasi laut terbentuk dan berfungsi dalam budaya populer kontemporer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan terhadap epistemologi kelautan dari spiritualitas kosmis menuju kesadaran ekologis digital. Laut yang menjadi ruang mitologis kini bertransformasi menjadi sebuah arsip ekologi digital yang dihasilkan melalui teks, gambar, dan suara. Bentuk literasi laut di platform seperti Instagram dan YouTube memperlihatkan munculnya estetika partisipatif, di mana masyarakat berperan aktif mencipta, memodifikasi, dan menyebarkan makna laut dalam ruang algoritmik yang bersifat kolaboratif. Fenomena ini menunjukkan ecological mediation baru antara manusia, teknologi, dan lingkungan laut. Secara teoretis, penelitian ini memperluas cakupan kajian blue humanities dengan mengintegrasikan perspektif ekologi budaya ke dalam konteks media digital. Secara praktis, ditemukan bahwa sastra maritim digital berfungsi sebagai mekanisme adaptif yang menjaga keberlanjutan nilai budaya pesisir sekaligus memperluas kesadaran ekologis global.
Copyrights © 2025