Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengukur dan mengatasi masalah krisis identitas dengan mengembangkan suatu produk dalam bentuk modul sekaligus sebagai acuan menangani permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengikuti model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas XI yang dipilih untuk uji coba lapangan. Krisis identitas merupakan tantangan yang kerap dialami oleh siswa di sekolah, termasuk di Madrasah Aliyah Swasta Yasrama Baratan Jember. Faktor seperti tekanan sosial, perbedaan nilai antara lingkungan keluarga dan sekolah, serta minimnya eksplorasi diri yang dapat memperburuk kondisi pribadi. Jika masalah ini dibiarkan akan menjadi kepribadian minder atau kehilangan jati diri. Hal ini menunjukkan perlunya metode pendidikan karakter yang lebih intensif, seperti melalui pengembangan nilai nilai adat Takbuta’an. Tujuan umum penelitian ini untuk mengembangkan nilai-nilai kesenian tradisional Takbuta’an sebagai upaya mereduksi krisis identitas pada siswa.
Copyrights © 2025