Studi ini mengkaji fenomena cancel culture di kalangan generasi muda pada media sosial Instagram sebagai bentuk kontrol sosial kompleksitas digitalisasi. Dengan pendekatan tinjauan pustaka kualitatif, penelitian ini menganalisis berbagai artikel ilmiah, publikasi daring, dan observasi digital untuk menggambarkan bagaimana budaya cancel culture bermain,bentuk serta motif yang mendasarinya, dan dampak sosialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture telah berkembang menjadi tindakan moral kolektif yang utamanya didorong oleh Generasi Z melalui mekanisme digital seperti berhenti mengikuti (unfollow), memboikot konten, dan kritik publik terhadap tokoh atau merek yang dianggap melanggar norma atau etika sosial. Meskipun mencerminkan kesadaran moral dan keterlibatan generasi muda dalam menyuarakan isu sosial, budaya batal juga menciptakan konsekuensi negatif, termasuk reputasi yang rusak, dampak kesehatan mental pada targetnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru kepada generasi muda tentang maraknya fenomena cancel culture serta rekomendasi mengenai pentingnya pemahaman literasi digital.
Copyrights © 2025