Singkong (Manihot esculenta) merupakan bahan pangan lokal yang memiliki potensi besar sebagai sumber karbohidrat alternatif dan bahan dasar inovasi pangan fungsional. Pengolahannya menjadi tepung mocaf (Modified Cassava Flour) meningkatkan nilai gizi dan ekonominya, sekaligus mendukung diversifikasi pangan. Namun, masyarakat Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan belum secara optimal memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang dimiliki. Kegiatan pengabdian masyrakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan warga melalui pelatihan pembuatan produk olahan inovatif berbasis singkong dan daun kelor sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Pelatihan dilaksanakan secara partisipatif dan interaktif dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga serta remaja desa. Materi meliputi penyuluhan gizi dan potensi pangan lokal, demonstrasi pembuatan cookies mocaf kelor, serta mille crepes mocaf rasa red velvet. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, di mana 64% peserta mencapai kategori “memuaskan”, sedangkan 36% sisanya berada pada kategori “baik”, “cukup baik”, dan “kurang baik”. Peserta juga menunjukkan minat tinggi untuk mengembangkan produk sebagai peluang usaha rumah tangga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan inovasi pangan lokal dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat serta mendukung upaya penanggulangan stunting berbasis potensi desa.
Copyrights © 2025