Studi ini di latarbelakangi oleh fenomena Bullying yang terjadi di SMAN 99 Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk "mendeskripsikan prevalensi dan bentuk perilaku Bullying yang terjadi pada siswa kelas X di SMAN 99 Jakarta". Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel ialah "simple random sampling", responden sebanyak 78 dari 360 siswa. Temuan studi memaparkan bahwasanya bentuk perilaku Bullying siswa SMAN 99 Jakarta berada pada kategori sedang dengan skor 67,07. Bentuk Bullying paling dominan adalah Bullying Non-Verbal dengan perolehan skor 33,60% Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa siswa perempuan cenderung lebih banyak melakukan Bullying Relasional seperti pengucilan sosial, sementara siswa laki-laki lebih kerap melakukan Bullying Verbal. Dari segi usia, siswa yang paling banyak melakukan Bullying adalah siswa yang berusia 16 tahun. Temuan ini mengindikasikan bahwa Bullying tidak selalu tampak secara fisik, tetapi dapat bersifat tersembunyi dan berdampak psikologis.
Copyrights © 2025