Air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk konsumsi, mandi, mencuci, serta aktivitas kebersihan lingkungan, sehingga memerlukan sistem penyediaan yang memadai dan efisien. Kelurahan Nunukan Barat saat ini dilayani jaringan distribusi dari IPA Sei Bilal berkapasitas 50 lt/dt, namun belum seluruh penduduk memperoleh layanan optimal akibat pertumbuhan penduduk dan kebocoran jaringan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi eksisting dan merencanakan pengembangan jaringan air bersih di wilayah yang belum terlayani. Saat ini, IPA Sei Bilal melayani debit puncak sebesar 35,61 lt/dt untuk 3.574 sambungan rumah di empat kelurahan, dan hasil simulasi WaterCAD V8i menunjukkan masih ada pipa yang tidak memenuhi kriteria teknis. Berdasarkan proyeksi, kebutuhan air bersih di Kelurahan Nunukan Barat pada tahun 2044 diperkirakan mencapaii 61,11 lt/dt, sementara itu untuk 13 area pengembangan sebesar 5,32 lt/dt. Rencana pengembangan menghasilkan jaringan yang memenuhi kriteria teknis, dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp 8.297.934.000,00.
Copyrights © 2026