Abstract: This study examines how Christian leadership at GBI WTC Serpong has undergone transformation and demonstrated resilience in dealing with intolerance and cross-cultural challenges. In addition, it explores the church's outreach efforts through social services such as the establishment of a clinic, social work, and agricultural and livestock projects in Suka Mulya village. Using a qualitative approach with interviews, observations, and document studies, the research found that leadership at GBI WTC Serpong has transformed into an inclusive, adaptive, and resilient contextual ministry model. The church employs strategies such as community involvement, interfaith dialogue, and needs-based services. Abstrak: Penelitian ini mengkaji transformasi dan ketahanan kepemimpinan Kristen di GBI WTC Serpong dalam menghadapi intoleransi dan tantangan lintas budaya di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi upaya gereja dalam menjangkau masyarakat melalui pelayanan sosial seperti pendirian klinik, kegiatan bakti sosial, serta proyek peternakan dan pertanian di Desa Suka Mulya Rumpin - Kabupaten Bogor. Melalui pendekatan kualitatif dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen, ditemukan bahwa kepemimpinan GBI WTC Serpong bertransformasi menjadi model pelayanan kontekstual yang inklusif, adaptif, dan tangguh. Strategi pendekatan yang digunakan mencakup keterlibatan masyarakat, dialog lintas agama, dan pelayanan berbasis kebutuhan lokal. Temuan ini menyoroti pentingnya kepemimpinan hamba yang transformatif dan berorientasi pada keadilan sosial dalam konteks pluralistik
Copyrights © 2025