Pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik sangat strategis dilakukan mengingat posisi bahasa Arab sebagai bahasa ilmu keislaman yang menjadi dasar pemahaman kitab kuning dan literasi agama. Namun, rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat pesantren dalam mendukung pembelajaran bahasa Arab menjadi hambatan utama yang mempengaruhi efektivitas dan keberlanjutan program pengabdian. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode partisipatif meliputi pengamatan langsung, diskusi kelompok, dan pelatihan untuk meningkatkan peran serta aktif masyarakat pesantren dalam pembelajaran bahasa Arab. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan motivasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran bahasa Arab, yang berpengaruh positif pada kualitas dan keberlanjutan pembelajaran. Program ini berhasil membangun lingkungan belajar yang komunikatif dan mendukung pengembangan budaya literasi bahasa Arab secara terpadu di pesantren. Dengan demikian, hasil pengabdian ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Arab, tetapi juga memperkuat kemandirian serta peran sosial masyarakat pesantren secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025