Penelitian ini bertujuan membandingkan kemampuan sabun alami dari buah lerak dengan deterjen sintetis dalam mencuci pakaian, serta meneliti dampak keduanya terhadap warna pakaian, kondisinya setelah dicuci, dan efek terhadap lingkungan dari limbah pencucian. Sabun lerak yang mengandung saponin alami terbukti bagus untuk membersihkan kotoran ringan dan minyak tanpa merusak warna maupun serat kain, terutama pada bahan yang lembut seperti batik dan sutra. Selain itu, sabun lerak mudah dibilas dan ramah lingkungan karena dapat melarut dengan cepat dan tidak meninggalkan limbah beracun. Berbeda dengan itu, deterjen sintetis lebih efektif untuk menghilangkan noda yang membandel, tetapi bisa membuat warna pakaian cepat memudar, merusak serat bahan, serta meninggalkan bahan kimia yang bisa menyebabkan iritasi kulit. Selain itu, penggunaan deterjen sintetis juga merugikan lingkungan karena limbahnya sulit terurai dan kemasannya berbahan plastik. Penelitian ini menggunakan metode uji perbandingan dengan pendekatan observasi dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun lerak cocok digunakan untuk mencuci pakaian sehari-hari yang memiliki noda ringan dan bahan peka, sedangkan deterjen sintetis lebih tepat untuk noda berat, namun dengan memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini menegaskan bahwa sabun lerak memiliki potensi sebagai alternatif pembersih yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2025