Pendidikan di madrasah sarat akan pembinaan kedisiplinan beribadah pada siswa, khususnya salat lima waktu. Meski demikian, masih menyisakan siswa yang tidak menjalankannya. Riset ini bertujuan untuk mengeksplorasi impelementasi model pembinaan kedisiplinan beribadah pada siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model studi kasus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan menggunakan instrumen penelitian yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, dan ceklis dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui prosedur pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Data diuji keabsahannya menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) model pembinaan kedisiplinan beribadah pada siswa yang diterapkan ialah model keteladanan (uswah), pendidikan (al-tarbiyah), pembiasaan (al-ta’dib), dan hukuman (garamah), 2) faktor pendukung ialah sistem pembelajaran pondok pesantren, lingkungan yang religius, sarana dan prasarana, dan absen salat berjamaah. Adapun faktor yang penghambatnya kurangnya tenaga pendidik (SDM) dan kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya ibadah karena karakter bawaan dari rumah, dan 3) menambah tenaga pendidik serta bersosialisasi dengan orang tua/wali siswa.
Copyrights © 2024