Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran berbasis praktik dengan pendekatan deep learning melalui proyek pembuatan keripik singkong "Engkong Banjit" di MIN 2 Way Kanan. Proyek ini mengintegrasikan berbagai aspek multidisipliner, termasuk agronomi, teknologi, ekonomi, sejarah budaya, dan seni, dalam upaya membangun kompetensi holistik siswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi langsung terhadap 25 siswa kelas V yang berpartisipasi aktif. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis siswa dalam pembuatan keripik singkong, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila seperti gotong royong, kreatif, dan berkebinekaan global, serta nilai-nilai keagamaan seperti kesyukuran kepada Allah SWT dan etika berniaga. Proyek ini berhasil menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan aplikatif, mendorong siswa untuk memahami potensi lokal singkong sebagai komoditas pangan dan peluang ekonomi. Kesimpulannya, "Engkong Banjit" menjadi model pembelajaran berbasis praktik yang inspiratif dan dapat diadaptasi untuk berbagai konteks pendidikan lainnya.
Copyrights © 2024