Peningkatan mutu pendidikan anak usia dini menuntut guru mampu mengembangkan karakter serta keterampilan berpikir kritis sejak usia dini. Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya penerapan Kurikulum Merdeka, yang mengedepankan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Karena pelaksanaan P5 di PAUD masih dalam tahap awal, penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai praktik implementasinya di lapangan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan kegiatan P5 pada dimensi bernalar kritis untuk anak usia 5–6 tahun melalui proyek daur ulang sampah di RA Al-Maskuri Kayen, Pati. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan 15 anak, 2 guru, dan 1 lembaga pendidikan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan P5 berbasis daur ulang mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengajukan pertanyaan, mengenali masalah, dan mengemukakan alasan atas keputusan mereka. Guru juga mulai mampu mengintegrasikan konsep bernalar kritis melalui pendekatan yang kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini merekomendasikan agar guru mengikuti pelatihan lanjutan guna memaksimalkan penerapan P5 dalam pembelajaran PAUD.
Copyrights © 2025