Pelabuhan penyeberangan memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas wilayah kepulauan di Indonesia, termasuk di Papua yang memiliki karakteristik geografis unik. Namun, fasilitas darat seperti terminal penumpang dan area parkir di Pelabuhan Penyeberangan Pomako, Kabupaten Mimika, masih terbatas dan belum mampu mengakomodasi pertumbuhan pengguna secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan ruang fasilitas darat berdasarkan proyeksi jumlah penumpang dan kendaraan. Data sekunder tahun 2017–2021 dianalisis menggunakan pendekatan proyeksi berbasis tren dan selanjutnya dihitung kebutuhan luasan fasilitas sesuai ketentuan Permenhub No. 40/2022. Berdasarkan proyeksi pengguna pelabuhan penyeberangan dan perhitungan menggunakan formula dengan pendekatan regulatif, kebutuhan ruang gedung terminal mencapai 2.316,6 m², sementara kebutuhan area parkir kendaraan baik untuk tujuan menyeberang maupun tujuan antar-jemput, mencapai 5.812,5 m². Temuan ini menegaskan perlunya perencanaan ulang fasilitas darat yang lebih adaptif dan efisien agar dapat mengurangi risiko kemacetan, waktu tunggu panjang, serta memastikan keberlanjutan pelayanan pelabuhan.
Copyrights © 2025