Penelitian Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran sejarah Islam dalam membentuk cara berpikir kritis siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di tengah pengaruh budaya Barat yang semakin kuat. Di era globalisasi, siswa tidak hanya dituntut memahami fakta sejarah, tetapi juga mampu menilai dan menyaring nilai-nilai asing berdasarkan prinsip keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan sejarah Islam dengan sikap kritis siswa terhadap budaya Barat di MI Al Amin Garahan Jember. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional, dengan jumlah responden 60 siswa kelas V dan VI yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan nilai r = 0,86, lebih besar dari r_tabel = 0,254, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan siswa tentang sejarah Islam, semakin tinggi pula kemampuan mereka berpikir kritis terhadap pengaruh budaya Barat. Dengan demikian, pembelajaran sejarah Islam memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran identitas, karakter selektif, dan kemampuan berpikir reflektif siswa MI di era globalisasi budaya.
Copyrights © 2025