Perubahan iklim merupakan berubahnya suhu rata-rata permukaan bumi yang diakibatkan oleh pelepasan gas rumah kaca dengan jumlah besar yang tertangkap di atmosfer. Sampah merupakan salah satu penyumbang emisi terbesar dari gas metana (CH4) yang dihasilkan akibat tumpukan sampah terbuka dan sampah yang dibakar juga akan menghasilkan gas karbondioksida (CO2). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi program ekobrik dalam kegiatan Kampus Mengajar di SDN 1 Pecangaan sebagai upaya edukatif dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan stakeholder internal (kepala sekolah dan guru) serta eksternal (PT Marimas) berperan penting dalam pelaksanaan program, meskipun masih terdapat keterbatasan teknis dan waktu. Kegiatan ekobrik berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan siswa dan mendorong partisipasi aktif dalam pengelolaan sampah plastik serta mengurangi dampak perubahan iklim dalam skala mikro. Namun, belum adanya kejelasan mengenai keberlanjutan program menjadi tantangan tersendiri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi lintas sektor dan integrasi program ke dalam kurikulum sebagai strategi untuk menjamin keberlanjutan dan efektivitas pendidikan lingkungan di sekolah dasar.
Copyrights © 2025