Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan, Lombok Barat, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pemandu wisata dalam pengelolaan dan promosi potensi birdwatching berbasis kearifan lokal. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya keterampilan teknis pemandu, terbatasnya inovasi dalam pengemasan atraksi wisata berbasis budaya, serta lemahnya strategi promosi digital. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi awal, sosialisasi dan focus group discussion (FGD), pelatihan dan pendampingan, praktik lapangan berupa simulasi pengelolaan wisata, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan teknis pemandu dalam penggunaan binokular dan identifikasi burung, peningkatan kesadaran konservasi melalui edukasi penggunaan mist net, serta penguatan strategi promosi berbasis digital. Selain itu, diskusi kelompok menghasilkan rekomendasi strategis berupa penyusunan panduan interpretasi burung, penguatan jejaring promosi, dan pendampingan berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif yang dipadukan dengan praktik lapangan efektif dalam memperkuat kapasitas pemandu wisata sekaligus memperkuat citra TWA Kerandangan sebagai destinasi birdwatching berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis dan kesadaran konservasi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ekowisata berbasis komunitas yang berdaya saing dan berorientasi pada keberlanjutan.
Copyrights © 2025