Administrasi publik merupakan disiplin ilmu yang terus mengalami perkembangan seiring dengan perubahan sosial, politik, dan teknologi. Perubahan tersebut tercermin dalam evolusi paradigma yang mendasari praktik dan pemikiran administrasi publik. Paradigma Weberian menekankan rasionalitas, hierarki, dan kepatuhan aturan. Pada 1980-an, New Public Management menonjolkan efisiensi dan prinsip manajerial swasta. Selanjutnya, New Public Service berfokus pada demokrasi, etika, partisipasi, dan keadilan pelayanan publik. Artikel ini bertujuan untuk menelusuri evolusi ketiga paradigma tersebut melalui pendekatan filsafat ilmu, mencakup aspek ontology, epistemology, dan aksiologi. Metode yang digunakan adalah studi komparatif kualitatif, dengan memanfaatkan sumber-sumber literatur sekunder seperti artikel ilmiah, buku, dan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pergeseran paradigma dari Weberian ke NPM, dan kemudian ke NPS, tidak hanya merefleksikan perubahan dalam cara mengelola birokrasi, tetapi juga menunjukkan pergeseran dalam nilai-nilai dasar administrasi publik dari orientasi pada efisiensi menuju orientasi pada etika, kolaborasi, dan pelayanan bagi warga negara
Copyrights © 2025