Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi mahasiswa Pendidikan Matematika terhadap penerapan pendekatan Deep Learning pada mata kuliah Program Linear. Mata kuliah Program Linear menuntut pemahaman konsep abstrak, sehingga pendekatan pengajaran yang efektif sangat dibutuhkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, di mana subjek penelitian adalah 30 mahasiswa S1 Pendidikan Matematika yang telah menempuh Mata Kuliah Program Linear, dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang diadaptasi dari empat faktor model Deep Learning: Investasi Belajar, Pengalaman Kognitif-Emosional, Pemrosesan Informasi Mendalam, dan Metakognisi. Hasil menunjukkan adanya komitmen perilaku yang tinggi pada mahasiswa (63,34% positif), namun diikuti oleh dominasi ketidakpastian emosional dan metakognitif. Secara spesifik, kelompok Ragu-ragu mencapai puncaknya pada Pengalaman Kognitif-Emosional (43,33%), menunjukkan bahwa metode pembelajaran deep learning rentan menghasilkan netralitas massal yang menghambat konversi perhatian pasif menjadi keterlibatan kognitif yang mendalam. Masalah pembelajaran bukanlah penolakan aktif, melainkan kebutuhan mendesak untuk mengubah netralitas ini menjadi partisipasi aktif dan reflektif.
Copyrights © 2025