Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCIENCE, TEHCNOLOGI, SOCIETY, ENVIRONMENT (STSE) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI MAS JEUMALA ‘AMAL Novi Marliani; Hasanuddin Hasanuddin; Cut Nurmaliah
Jurnal Edubio Tropika Vol 5, No 1 (2017): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.576 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran science, tehcnologi, society,environment (STSE) terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa, pada materi pencemaranlingkungan di Mas Jeumala ‘Amal. Pengambilan data dilakukan pada April 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control design. Penelitian ini dilaksanakan pada dua kelas yaitu kelas X-IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X-IPA 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes keterampilan berpikir kritis berupa soal berbentuk uraian, dan tes pilihan ganda untuk menilai hasil belajar siswa. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test dengan bantuan SPSS 16.0 for windows pada taraf signifikan 0,05. Simpulan penelitian,t pengaruh model pembelajaran science, technology, society, environment (STSE) terhadap keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa pada materi pencemaran lingkungan di MAS Jeumala Amal.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) Novi Marliani; Ambarsari; Idha Isnaningrum
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v2i3.436

Abstract

The aim of this research is to determine whether the application of Student Teams Achievement Divisions (STAD) cooperative learning can improve learning outcomes. This research was carried out at SMA Martia Bhakti Bekasi Jl. Jendral Sudirman Km. 32 Kayuringin Jaya Village, South Bekasi District, Bekasi City. In this research, the samples to be taken are class X.2 as an experiment with a total of 35 students, and class X.3 as a control class with a total of 35 students. So the total sample used was 70 students. The cooperative learning model requires students' skills and cooperation in their groups, training students in critical thinking so that students' ability to understand the subject matter presented can increase. Meanwhile, researchers chose STAD cooperative learning because STAD cooperative learning is the simplest cooperative learning and easiest to apply in classes that have never implemented cooperative learning. Thus, it can be concluded that providing the Student Team Achievement Division (STAD) type cooperative learning model has a positive effect on mathematics learning outcomes on the subject of Mathematical Logic. From the research results, it can be concluded that providing the Student Team Achievement Division (STAD) type cooperative learning model has a positive effect on mathematics learning outcomes on the subject of Mathematical Logic.
Penerapan Teknologi Digital Pada Pendidikan Matematika Pasca Pandemi Covid 19 Novi Marliani; Idha isnaningrum
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v2i2.555

Abstract

In the world of education, digital technology is not only a learning tool, but also a multidimensional concept. Educational Technology, especially mathematics education, is an ethical study and practice in an effort to facilitate learning and improve performance by creating, using, managing appropriate technological processes and resources. After the pandemic, learning technology is still used during online learning, such as using Google Meet, Zoom, Google Classroom and others, or during offline learning. Learning is very effective and optimal if the use of media is measurable, because the use of media is very meaningful if the media can provide more benefits, with the presence of media students are more stimulated in carrying out education. The type of research used in this research is literature study or library research. This type of research is used by researchers to obtain data and information by examining written sources such as scientific journals or proceedings that are relevant to the title to be researched. The stages carried out include identifying, reviewing, evaluating and interpreting the relevant articles and literature used.
Psikoedukasi Pendidikan Sek Guna Mencegah Kekerasan Seksual Pada Anak Tunawisma Idha Isnaningrum; Novi Marliani
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2024): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v2i3.643

Abstract

The phenomenon of sexual violence against children is increasing, demanding serious attention in prevention efforts. Psychoeducation regarding sex education for children, especially homeless people, is important to equip them with the knowledge and skills to protect themselves. This program aims to provide information about types of sexual violence, signs, and how to protect yourself. The methods used include providing materials, motivation and mentoring, with a focus on an interactive and inclusive approach. Results showed increased children's knowledge about reproductive health and ability to identify dangerous situations. Support from parents and the community is crucial in creating a safe and supportive environment. It is hoped that this collaboration can reduce the risk of dangerous sexual behavior and increase collective awareness about the importance of early sex education.
Implementasi Kuruikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Idha Isnaningrum; Novi Marliani; Saring Ariyanto
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2024): Desember
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v3i1.644

Abstract

This research aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesian elementary schools, taking into account various factors such as teacher understanding, school readiness, and student and parent responses. The research method used is literature study, which involves reviewing written sources, such as scientific journals and proceedings, to obtain relevant data and information. The research results show that the Independent Curriculum provides freedom for teachers and students in the learning process, but its implementation is faced with various obstacles, including difficulties in developing appropriate learning and assessment tools. Nevertheless, the Merdeka Curriculum is expected to be able to improve the quality of education by creating a more flexible and relevant learning environment. This research concludes that continuous evaluation and adjustments are needed to overcome existing challenges, so that the Merdeka Curriculum can make a positive contribution to character development and the potential of students and creating the next generation who are ready to face global challenges.
Penggunaan Steam Untuk Pendidikan Anak Usia Dini Idha Isnaningrum; Novi Marliani
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v3i2.883

Abstract

Pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) telah diakui sebagai strategi efektif dalam pendidikan anak usia dini untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21. Melalui integrasi lintas disiplin, STEAM mendorong anak-anak untuk berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif sejak dini. Implementasi STEAM dalam pembelajaran memungkinkan anak-anak untuk mengeksplorasi konsep-konsep kompleks dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Studi menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif dan kreativitas anak, tetapi juga membentuk karakter mereka, seperti kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah. Namun, penerapan STEAM memerlukan pemahaman yang mendalam dari pendidik serta dukungan dari lingkungan pendidikan. Dengan demikian, pendekatan STEAM berperan penting dalam membentuk individu yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan
Literasi Teknologi di Sekolah Dasar dalam Pendidikan STEAM Novi Marliani; Idha isnaningrum
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i2.885

Abstract

Literasi teknologi merupakan kompetensi kunci abad ke-21 yang menuntut pendekatan pembelajaran interdisipliner dan kontekstual. Pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) menawarkan kerangka pedagogis yang integratif untuk mengembangkan literasi teknologi sejak jenjang pendidikan dasar. Artikel ini bertujuan menganalisis kontribusi pendidikan STEAM terhadap penguatan literasi teknologi berdasarkan kajian literatur dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pendekatan STEAM efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep teknologi, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas digital peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi lintas disiplin. Namun, implementasi di sekolah dasar masih menghadapi tantangan signifikan, seperti keterbatasan infrastruktur pendukung, kesiapan profesional guru, serta minimnya integrasi kebijakan kurikulum nasional. Untuk mengatasi hambatan tersebut, strategi yang disarankan meliputi penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berbasis praktik, penyediaan sarana teknologi yang terjangkau, serta adopsi kurikulum adaptif yang kontekstual. Selain itu, kolaborasi antarpemangku kepentingan—termasuk institusi pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta—diperlukan guna menciptakan ekosistem pendidikan STEAM yang inklusif dan transformatif. Kajian ini menegaskan urgensi pengembangan kebijakan pendidikan yang progresif untuk menjamin literasi teknologi sebagai fondasi kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era digital.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Pendekatan Pembelajaran Deep Learning Pada Mata Kuliah Program Linier Roida Eva Flora Siagian; Sudiyah Anawati; Novi Marliani
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i1.1153

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi mahasiswa Pendidikan Matematika terhadap penerapan pendekatan Deep Learning pada mata kuliah Program Linear. Mata kuliah Program Linear menuntut pemahaman konsep abstrak, sehingga pendekatan pengajaran yang efektif sangat dibutuhkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, di mana subjek penelitian adalah 30 mahasiswa S1 Pendidikan Matematika yang telah menempuh Mata Kuliah Program Linear, dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang diadaptasi dari empat faktor model Deep Learning: Investasi Belajar, Pengalaman Kognitif-Emosional, Pemrosesan Informasi Mendalam, dan Metakognisi. Hasil menunjukkan adanya komitmen perilaku yang tinggi pada mahasiswa (63,34% positif), namun diikuti oleh dominasi ketidakpastian emosional dan metakognitif. Secara spesifik, kelompok Ragu-ragu mencapai puncaknya pada Pengalaman Kognitif-Emosional (43,33%), menunjukkan bahwa metode pembelajaran deep learning rentan menghasilkan netralitas massal yang menghambat konversi perhatian pasif menjadi keterlibatan kognitif yang mendalam. Masalah pembelajaran bukanlah penolakan aktif, melainkan kebutuhan mendesak untuk mengubah netralitas ini menjadi partisipasi aktif dan reflektif.